Kita sebagai manusia tak henti-hentinya belajar baik belajar secara formal (sekolah) maupun non formal (kehidupan dan lingkungan sekitar). Namun setiap orang memiliki kecepatan dan tingkat pemahaman berbeda untuk sebuah ilmu yang sama. Hal ini di alami oleh pelajar dan mahasiswa utamanya siswa-siswa tingkat dasar. Untuk memahami sesuatu, seseorang membutuhkan kemampuan yang benar-benar dikuasainya dan kadang kala menempuh berbagai cara untuk memahami materi atau sesuatu yang ingin dipelajarinya. Demi memudahkan itu semua tak ada salahnya mempelajari karakter belajar kita masing-masing. Ane ingin sharing ilmu yang pernah ane serap sewaktu uliah dulu, semoga bisa bermanfaat. Yuk langsung aja disimak penjelasanya...
1. Visual
(belajar dengan cara melihat)
Lirikan keatas bila berbicara, berbicara dengan cepat. Bagi siswa yang bergaya belajar visual, yang memegang peranan penting adalah mata / penglihatan ( visual ), dalam hal ini metode pengajaran yang digunakan guru sebaiknya lebih banyak / dititikberatkan pada peragaan / media, ajak mereka ke obyek-obyek yang berkaitan dengan pelajaran tersebut, atau dengan cara menunjukkan alat peraganya langsung pada siswa atau menggambarkannya di papan tulis. Anak yang mempunyai gaya belajar visual harus melihat bahasa tubuh dan ekspresi muka gurunya untuk mengerti materi pelajaran. Mereka cenderung untuk duduk di depan agar dapat melihat dengan jelas. Mereka berpikir menggunakan gambar-gambar di otak mereka dan belajar lebih cepat dengan menggunakan tampilan-tampilan visual, seperti diagram, buku pelajaran bergambar, dan video. Di dalam kelas, anak visual lebih suka mencatat sampai detil-detilnya untuk mendapatkan informasi.
Ciri-ciri gaya belajar visual :
- Bicara agak cepat
- Mementingkan penampilan dalam berpakaian/presentasi
- Tidak mudah terganggu oleh keributan
- Mengingat yang dilihat, dari pada yang didengar
- Lebih suka membaca dari pada dibacakan
- Pembaca cepat dan tekun
- Seringkali mengetahui apa yang harus dikatakan, tapi tidak pandai memilih kata-kata
- Lebih suka melakukan demonstrasi dari pada pidato
- Lebih suka musik dari pada seni
- Mempunyai masalah untuk mengingat instruksi verbal kecuali jika ditulis, dan seringkali minta bantuan orang untuk mengulanginya
- kebutuhan melihat sesuatu (informasi/pelajaran) secara visual untuk mengetahuinya atau memahaminya
- memiliki kepekaan yang kuat terhadap warna
- memiliki pemahaman yang cukup terhadap masalah artistik
- memiliki kesulitan dalam berdialog secara langsung
- terlalu reaktif terhadap suara
- sulit mengikuti anjuran secara lisan
- seringkali salah menginterpretasikan kata atau ucapan
Strategi untuk mempermudah proses belajar anak visual :
- Gunakan materi visual seperti, gambar-gambar, diagram dan peta.
- Gunakan warna untuk menghilite hal-hal penting.
- Ajak anak untuk membaca buku-buku berilustrasi.
- Gunakan multi-media (contohnya: komputer dan video).
- Ajak anak untuk mencoba mengilustrasikan ide-idenya ke dalam gambar.
2. Auditory
(belajar dengan cara mendengar)
Lirikan kekiri/kekanan mendatar bila berbicara, berbicara sedang-sedang saja. Siswa yang bertipe auditori mengandalkan kesuksesan belajarnya melalui telinga ( alat pendengarannya ), untuk itu maka guru sebaiknya harus memperhatikan siswanya hingga ke alat pendengarannya. Anak yang mempunyai gaya belajar auditori dapat belajar lebih cepat dengan menggunakan diskusi verbal dan mendengarkan apa yang guru katakan. Anak auditori dapat mencerna makna yang disampaikan melalui tone suara, pitch (tinggi rendahnya), kecepatan berbicara dan hal-hal auditori lainnya. Informasi tertulis terkadang mempunyai makna yang minim bagi anak auditori mendengarkannya. Anak-anak seperi ini biasanya dapat menghafal lebih cepat dengan membaca teks dengan keras dan mendengarkan kaset.
Ciri-ciri gaya belajar auditori :
- Saat bekerja suka bicara kepada diri sendiri
- Penampilan rapi
- Mudah terganggu oleh keributan
- Belajar dengan mendengarkan dan mengingat apa yang didiskusikan dari pada yang dilihat
- Senang membaca dengan keras dan mendengarkan
- Menggerakkan bibir mereka dan mengucapkan tulisan di buku ketika membaca
- Biasanya ia pembicara yang fasih
- Lebih pandai mengeja dengan keras daripada menuliskannya
- Lebih suka gurauan lisan daripada membaca komik
- Mempunyai masalah dengan pekerjaan-pekerjaan yang melibatkan Visual
- Berbicara dalam irama yang terpola
- Dapat mengulangi kembali dan menirukan nada, berirama dan warna suara
- semua informasi hanya bisa diserap melalui pendengaran
Strategi untuk mempermudah proses belajar anak auditori :
- Ajak anak untuk ikut berpartisipasi dalam diskusi baik di dalam kelas maupun di dalam keluarga.
- Dorong anak untuk membaca materi pelajaran dengan keras.
- Gunakan musik untuk mengajarkan anak.
- Diskusikan ide dengan anak secara verbal.
- Biarkan anak merekam materi pelajarannya ke dalam kaset dan dorong dia untuk mendengarkannya sebelum tidur.
3. Tactual
(belajar dengan cara bergerak, bekerja dan menyentuh)
Lirikan kebawah bila berbicara, berbicara lebih lambat. Anak yang mempunyai gaya belajar kinestetik belajar melalui bergerak, menyentuh, dan melakukan. Anak seperti ini sulit untuk duduk diam berjam-jam karena keinginan mereka untuk beraktifitas dan eksplorasi sangatlah kuat. Siswa yang bergaya belajar ini belajarnya melalui gerak dan sentuhan.
Ciri-ciri gaya belajar kinestetik :
- Berbicara perlahan
- Penampilan rapi
- Tidak terlalu mudah terganggu dengan situasi keributan
- Belajar melalui memanipulasi dan praktek
- Menghafal dengan cara berjalan dan melihat
- Menggunakan jari sebagai petunjuk ketika membaca
- Merasa kesulitan untuk menulis tetapi hebat dalam bercerita
- Menyukai buku-buku dan mereka mencerminkan aksi dengan gerakan tubuh saat membaca
- Menyukai permainan yang menyibukkan
- Tidak dapat mengingat geografi, kecuali jika mereka memang pernah berada di tempat itu
- Menyentuh orang untuk mendapatkan perhatian mereka Menggunakan kata-kata yang mengandung aksi
- hanya dengan memegang kita bisa menyerap informasinya tanpa harus membaca penjelasannya
- termasuk orang yang tidak bisa/tahan duduk terlalu lama untuk mendengarkan pelajaran
Strategi untuk mempermudah proses belajar anak kinestetik:
- Jangan paksakan anak untuk belajar sampai berjam-jam.
- Ajak anak untuk belajar sambil mengeksplorasi lingkungannya (contohnya: ajak dia baca sambil bersepeda, gunakan obyek sesungguhnya untuk belajar konsep baru).
- Izinkan anak untuk mengunyah permen karet pada saat belajar.
- Gunakan warna terang untuk menghilite hal-hal penting dalam bacaan.
- Izinkan anak untuk belajar sambil mendengarkan musik.
Kesimpulan :
seseorang dengan kemampuan visual dan auditory bukan berarti tidak belajar dari indera lainya, hanya saja mereka lebih cepat merespon informasi berdasarkan pengelihatan dan pendengaran. mereka cenderung lebih cepat belajar dari pada teman-temannya. Beberapa orang yang bergaya kinestetik memang tidak harus belajar menggunakan semua inderanya untuk memahami sesuatu. Mungkin cukup menggunakan dua atau lebih inderanya sudah cukup untuk memahami sesuatu. Mereka cenderung membutuhkan waktu yang agak lama karena terkadang tidak ada media yang membantu mereka untuk memahami informasi. Namun bukan berarti mereka semua lambat lho, itu semua karena kondisi sekitaryang kurang menguntungkan bagi cara belajarnya. Tujuan dari thread ini adalah pengen sharing aja. Dengan memahami karakter belajar masing-masing nantinya akan mempermudah setiap individu menggunakan kemampuanya yang menonjol.




0 Comment:
Post a Comment