Tuesday, October 24, 2017

10 Tiket Pesawat Termahal Di Dunia

Tiket Pesawat Termahal Di Dunia

Bagi Anda yang seringkali bepergian ke luar kota, ke luar pulau atau ke luar negeri, biasanya Anda akan menggunakan moda transportasi pesawat terbang.

Berapakah tiket pesawat terbang yang termahal yang pernah Anda beli?

Anda tidak akan menyangka harga tiket pesawat terbang yang begitu mahal berikut ini. Bahkan Anda bisa membeli beberapa rumah atau mobil hanya untuk 1 tiket pesawat sekali terbang.

Inilah 10 tiket pesawat termahal di dunia yang telah dirangkum oleh Tim Finansialku.

#10 Singapore Airlines Suites Class, New York ke Singapore (US$14.000 = Rp186.200.000)

Maskapai penerbangan Singapura meluncurkan “Suites Class” mereka yang lebih baik dari pada tahun 2007. Kelas ini menawarkan makan malam gourmet, kabin pribadi dan tempat duduk yang berubah menjadi tempat tidur yang nyaman. Di lounge, Anda akan bersantap di 3 bagian makan malam (dinner course).

Kamar mandi dengan hiasan yang luas, piyama mewah dan kopi high end hanyalah beberapa fasilitas yang diterima penumpang kelas ini. Bila sudah siap, kamar Anda ditransformasikan menjadi kamar tidur dengan tempat tidur ukuran penuh yang nyaman. Anda juga dimanjakan dengan lounge eksklusif. Fasilitas tersebut mencakup meja makan dan sistem hiburan LCD 23 inch. Daftar anggur pun sangat menakjubkan.

#9 Qantas First Class, Los Angeles ke Melbourne (US$14.974 = Rp199.154.200)

Ruang bisnis internasional Qantas menyediakan kursi mewah dengan jok kulit dan perapian terbuka yang nyaman. Saat Anda naik, Anda akan terpana melihat kasur empuk yang sangat halus dan dilengkapi kasur kulit domba.
Sistem hiburan layar sentuh dan berbagai pilihan sampanye dan anggur yang tersedia sesuai keinginan Anda serta pilihan hidangan ala carte koki Neil Perry yang terkenal adalah daya tarik utama penerbangan. Di Bandara Internasional Sydney dan Melbourne, Anda akan disambut di tepi jalan dan dibawa ke area check-in pertama, setidaknya satu jam sebelum waktu keberangkatan Anda tiba.

#8 Japan Airlines, Los Angeles ke Tokyo Pulang Pergi (US$16.000 = Rp212.800.000)

Penerbangan kelas satu yang termasuk baru ini hadir dengan sudut yang dipartisi dengan jok kulit dan kasur berbaring. Tetap dihibur dengan TV layar datar 23 inch dan jangan pernah khawatir dengan ruang penyimpanan karena Anda akan disediakan ruang penyimpanan pribadi yang tersembunyi. Menu gourmet menyajikan hidangan ala carte dari masakan Barat dan hidangan sushi Jepang. Ada juga daftar anggur yang luas termasuk deretan minuman sake.

#7 Virgin Atlantic Upper Class, New York ke Singapore (US$20.000 = Rp266.000.000)

Dengan stan matte hitam yang berfungsi sebagai kepompong untuk penumpang dengan bayaran tinggi, kursi Kelas Atas Maskapai Virgin Atlantic memberikan perjalanan pribadi yang ramping menembus langit.
Kursinya lebar 22 inch, yang dapat membuat Anda berbaring hanya dengan menekan tombol, mengubahnya menjadi tempat tidur berukuran 6 kaki. Dari jenis penerbangan ini, yang paling mahal adalah yang dari penerbangan dari Bandara John F. Kennedy ke Singapore.

#6 Swiss Air First Class, New York ke Singapore Pulang Pergi (US$22.265 = Rp296.124.500)

Maskapai penerbangan pada tingkat kelas ini disebut sebagai “Rumah Anda di Atas Awan.” Penumpang kelas satu mendapatkan boarding prioritas dan langsung menuju pesawat tanpa menunggu, bagasi memiliki batas lebih tinggi dan penanganan yang lebih cepat, layanan eksklusif untuk anggota dan piyama gratis dengan fasilitas mewah menu makan gourmet disajikan dengan anggur berkualitas.

#5 Cathay Pacific First Class, Hong Kong ke New York Pulang Pergi (US$26.572 = Rp353.407.600)

Perjalanan ini menawarkan layanan kelas satu yang memenangkan penghargaan dan orientasi kursi penumpang tiga baris yang unik. Penempatan kabin memungkinkan tamu atau penumpang untuk lebih banyak bersantai di tempat tidur yang luas sambil menonton TV layar datar pribadi mereka.

Anggur dan kaviar adalah sarapan pagi yang disediakan oleh para pramugari yang bertugas. Penerbangan Suite kelas satu ini menggunakan pesawat jenis Boeing 777-300 ERs.

#4 Korean Air, New York ke Beijing (US$27.000 = Rp359.100.000)

Kursi kelas satu di pesawat Korean Air ini memiliki kemampuan berbaring 100% nyaman dengan kontrol panel sentuh. Partisi tebal memisahkan penumpang di sudut kayu berpanel. Layanan makanan memenangkan Mercury Award sebagai kategori makanan dalam penerbangan terbaik dan hidangan oriental. Selain itu, pilihan anggur yang sempurna mengatur pengalaman terbang tak terlupakan ini.

#3 Emirates First Class, Los Angeles ke Dubai (US$30.000 = Rp399.000.000)

Mungkin saat salah satu penerbangan kelas satu yang paling terkenal adalah Emirates. Dengan sebagian besar A380, A340-500 dan 777 semuanya dilengkapi dengan suite pribadi yang dipartisi, tempat tidur kasur, meja rias, fasilitas spa penerbangan dan bar mini untuk penumpang individu.

#2 Lufthansa, New York ke Hong Kong Pulang Pergi (US$43.535 = Rp579.015.500)

Pesawat terbang penumpang asal Jerman ini menyediakan asisten pribadi, pelembab udara, perlengkapan mandi yang sangat mewah dan memukau perhatian Anda, disamping menu kuliner bergaya Michelin dan Skytrax bintang lima. Kursi penumpang pribadi pengaturan tempat tidur yang nyaman untuk melakukan penerbangan antar benua. Fasilitas boarding kelas satu, layanan mobil limosin, ruang penyimpanan dan gantungan baju untuk pakaian hanyalah beberapa keuntungan dari perjalanan mewah ini.

Belum lagi fasilitas Kaviar, menu koki top terkenal dunia, semuanya disusun untuk mendapatkan penerbangan dengan penghargaan berbintang 5.

#1 Etihad Airways Residence, New York ke Abu Dhabi (US$64.000 = Rp851.200.000)

“The Residence” telah dijuluki sebagai “tiga kamar penthouse di langit”. Harga tiket Anda termasuk kabin 125 sqft serta transfer limosin. The Residence berusaha untuk menawarkan kemewahan yang sama dengan hotel bintang lima.

Penumpang menikmati layanan concierge perjalanan pribadi VIP yang mengatur segala hal tentang check in pribadi, kedatangan, transfer dengan mobil limosin dan banyak lagi.

Anda akan disambut oleh pelayan Anda pada saat kedatangan, yang akan memberi Anda semua yang Anda butuhkan selama melakukan penerbangan.

Koki akan membuat apapun yang Anda inginkan dari menu gourmet, atau dari layanan menu di dalamnya.

5 Fakta Salah yang Dianggap Fakta Ilmiah

1. Fakta Bahwa Vitamin C dapat membantu untuk mencegah flu

Banyak orang mengira bahwa mengkonsumsi banyak vitamin c dapat mencegah mereka dari terserang flu. Orang banyak-banyak mengkonsumsi makanan yang berkadar vitamin c tinggi seperti jeruk, agar mereka terhindar dari flu. Namun apakah benar vitamin c dapat membantu untuk mencegah flu?
Namun sayangnya hal ini tidak dapat membuat flu kamu sembuh. Faktanya adalah vitamin c tidak mempengaruhi kesembuhan seseorang karena flu. Namun hal tersebut tidak sepenuhnya salah, vitamin c dapat membantu mengurangi gejala-gejala flu. Tapi banyak orang terlalu banyak mengkonsumsi vitamin c sehingga melebihi dosis perhari. Kelebihan vitamin c juga dapat membuat kamu sakit seperti diare. Jadi apabila kita flu sebaiknya langsung meminum obat agar tidak menjadi lebih parah.

2. Fakta bahwa bagian lidah mempengaruhi perbedaan rasa makanan 

Ilmu pengetahuan memang sangat diperlukan dalam kehidupan dan akan terus berkembang seiring berkembangnya zaman. Namun beberapa diantara kita mungkin salah mengira beberapa kajian di dalamnya. Seperti bagian-bagian lidah yang mempengaruhi perbedaan rasa.
Faktanya adalah hal tersebut tidak mempengaruhi rasa pada saat kita merasakan makanan. Nyatanya adalah perbedaan rasa berasal dari seluruh bagian tubuh. Beda bagian lidah tetap merasakan rasa yang sama.

3. Fakta Bahwa Bunglon mengubah warna untuk berkamuflase 

Bunglon memanglah hewan yang sangat unik. Ia dapat berubah warna sehingga tampak lebih menarik. Bunglon berubah warna kapan saja dimana saja untuk menyamakan warnanya kulitnya agar sama dengan alam. Tetapi apakah benar bunglon merubah warna kulitnya untuk menyamakan dengan warna alam?
Hal tersebut tidak sepenuhnya salah namun faktanya adalah bunglon mengubah warna kulitnya sebagai pertanda atau sinyal terhadap moodnya, keagresifannya, serta untuk menunjukan wilayah kekuasaannya dan menarik lawan jenis. Intinya bunglon merubah warna kulitnya untuk berkomunikasi antara sesamanya.

4. Fakta bahwa alkohol dapat menghangatkan tubuh 

Beberapa orang percaya bahwa minuman beralkohol seperti bir, vodka, arak dan wiski dapat menghangatkan tubuh kita saat kedinginan. Banyak orang percaya dikarenakan sering melihat orang yang berada di daerah yang bersuhu dingin sering meminum minuman beralkohol. Mereka percaya bahwa meminum minuman beralkohol dapat membuat suhu tubuh naik sehingga kita merasa hangat.
Namun faktanya adalah alkohol dapat menurunkan suhu tubuh anda, sehingga malah akan mendinginkan tubuh anda. Di tempat yang dingin, alkohol yang diminum dapat mengakibatkan orang tidak mengetahui kalau tubuhnya mengalami hipotermia dan dapat mengurangi kadar air dalam tubuh. Daripada meminum alkohol untuk mendinginkan tubuh, kita lebih baik meminum wedang jahe. Selain lebih murah juga lebih sehat.

5. Fakta bahwa kita lebih menggunakan salah satu otak kiri atau otak kanan 

Banyak orang mengira bahwa kemampuan analisis dan kreativitas berasal dari salah satu sisi bagian otak. Katanya apabila lebih dominan sisi otak bagian kanan maka kreativitas kita lebih berkembang sementara apabila lebih dominan sisi otak bagian kiri maka kita lebih condong ke arah berhitung dan analisis. Namun apakah benar sisi bagian otak mempengaruhi daya analisis serta kreativitas kita?
Faktanya adalah kreativitas serta daya analisis kita tidak dipengaruhi oleh penggunaan yang dominan antara sisi bagian kanan dan kiri otak. Kreativitas dan daya analisis berasal dari kedua bagian dari sisi otak.

Source : Kaskus

Monday, October 23, 2017

Apa Jadinya Jika Semua Manusia Menjadi Kaya?

Semua orang pasti pengen menjadi kaya, bahkan sebagian orang melakukan apapun cara agar menjadi kaya dengan cepat, melakukan apapun pekerjaan agar bisa mendapatkan uang yang banyak. Tapi apa agan pernah berfikir gimana rasanya kalau semua manusia menjadi kaya? Apakah enak seperti yang kita bayangkan? Ayuk kita ulas disini!

1. Semua Jalan Menjadi Jorok

Tidak ada lagi pembersih jalan yang ngutipin sampah dari rumah kerumah atau sampah-sampah di pinggir jalan, akibatnya sampab berserakan dan menumpuk. Dikarenakan semua manusia menjadi kaya dan sibuk dengan urusan masing-masing, tidak ada yang peduli dengan sampah dan dipastikan dalam jangka waktu yang cepat semua lingkungan kita bakal menjadi lautan sampah.

2. ‎Keterbatasan Makanan 

Katanya manusia menjadi kaya, kenapa bisa keterbatasan makanan? Bukannya tinggal beli aja kalau pengen makanan. Yaps, gak semua yang kita mau bisa dibeli lagi gan! Karena semua orang yang berjualan sudah tidak ada, mungkin kita bakal mengalami keterbatasan makanan dan hidup tidak sehat. Kecuali mau menanam dan memelihara hewan ternak sendiri dirumah atau berburu kehutan ya gan

3. ‎Adu Jontos Satu Sama Lain 

Tidak ada lagi kata menghargai satu-sama lain, semua sama rata dan apa yang terjadi? Manusia akan saling adu jontos untuk mendapatkan kekuasaan yang lebih, bahkan bisa saling membunuh satu sama lain. Walaupun kaya, tapi sifat respect antar manusia udah hilang gan dan mungkin akan terjadi sistem hukum rimba (siapa yang kuat dia yang menang).

4. ‎ Polusi Meningkat 

Mobil akan menjadi sarana transportasi umum yang dipakai semua manusia dan motor gede akan menjadi kendaraan bermotor yang mungkin akan sering di pakai kegiatan sehari-hari. Maka dari itu polusi di jalan akan meningkat dan bakal merusak lingkungan sekitar dalam jangka waktu yan relatif cepat.

5. ‎Tidak Ada Yang Mau Menerima Zakat/Sumbangan 

Uang menumpuk dan gak terpakai akibat susah untuk membeli apapun walau kita menjadi orang kayaaah. Jangan kan untuk membeli, untuk menyumbangkan saja mungkin susah! Hal hasil bagi yang beragama akan sulit untuk beramal dan uang bakal menumpuk dirumah gak terpakai dan tidak ada harganya.

6. ‎Uang Tidak Ada Gunanya

Yaps, seperti poin nomor 5 kalau uang itu akan menumpuk layaknya sampah-sampah kertas dan berserakan dimana-mana. Tidak ada lagi istilah mata duitan, uang seperti tidak berharga lagi seperti sekarang mungkin sebagian manusia ada yang membakari uang dan ingin menjadi miskin.

Friday, September 8, 2017

Top 10 Mistakes on Interview

Practicing on a Computer 

If you were training for an ocean swim race, would you practice only by swimming in a pool? Probably not. You'd want to get a feel for the waves and other "terrain" differences. I bet you'd want to practice in the ocean, too.
Using a compiler to practice interview questions is like doing all your training in the pool. Put away the compiler and get out the old pen and paper. Use a compiler only to verify your solution after you've written and hand-tested your code.

Not Rehearsing Behavioral Questions

Many candidates spend all their time prepping for technical questions and overlook the behavioral questions. Guess what? Your interviewer is judging those too!
And, not only that- your performance on behavioral questions might bias your interview's perception of your technical performance. Behavioral prep is relatively easy and well-worth your time. Look over your projects and positions and rehearse your key stories.

Not Doing a Mock Interview


Imagine you're preparing for a big speech. Your whole school, company, or whatever will be there. Your future depends on this. You'd be crazy to only practice the speech silently in your head.
Not doing a mock interview to prepare for your real one is just like this. If you're an engineer, you must know other engineers. Grab a buddy and ask him/her to do a mock interview with you. You can even return the favor!

Try to Memorize Solutions

Memorizing the solution to a specific problem will help you solve that one if it comes up in an interview, but it won't help you to solve new problems. It's very unlikely that all, or even most, of your interview questions will come from this book.
It's much more effective to try to struggle through the problem in this book yourself, without flipping to the solutions. This will help you develop strategies to approach new problems. Even if you review fewer problems in the end, this kind of preparation will go much further. Quality beats quantity.

Not Solving Problems Out Loud

Psst- Let me tell you a secret: I don't know what's going on in your head. So if you aren't talking, I don't know what you're thinking. If you don't talk for a long time, I'll assume that you aren't making any progress. Speak up ofter, and try to talk your way through a solution, This shows your interviewer that you're tackling the problem and aren't stuck.
And it lets them guide when you get off-track, helping you get to the answer faster. Best of all, it demonstrates your awesome communication skills. What's not to love?

Rushing

Coding is not a race, and neither is interviewing. Take your time when working on a coding problem. Rushing leads to mistakes and suggests that you are careless. Go slowly and methodically, testing often and thinking through the problem throughly. In the end, you'll finish the problem in less time and with fewer mistakes.

Sloppy Coding

Did you now that you can write bug-free code but still perform horribly on a coding question? It's true! Duplicated code, messy data structures (i.e., lack of object-oriented design), and so on. Bad, bad, bad! When you write code, imagine you're writing for real-world maintainability. Break code into sub-routines, and design data structures to link appropriate data.

Not Testing

You probably wouldn't write code in the real world without testing it, so why do that in an interview? When you finish writing code in an interview, "run" (or walk through) the code to test it. Or, on more complicated problems, test the code while writing it.

Fixing Mistakes Carelessly

Bugs will happen; they're just a matter of life, or of coding. If you're testing your code carefully, then you will probably discover bugs. That's okay.
The important thing is that when you find a bug, you think through why it occurred before fixing it. Some candidates, when they find that their function return false for particular parameters, will just flip the return value and check if that fixes the issue. Of course, it rarely does; in fact, it tends to create even more bugs and demonstrates that you're careless.
Bugs are acceptable, but changing your code randomly to fix the bugs is not.

Giving Up

I know interview questions can be overwhelming, but that's part of what the interviewer is testing. Do you rise to a challenge, or do you shrink back in fear? It's important that you step up and eagerly meet a tricky problem head-on. After all, remember that interviews are supposed to be hard. It shouldn't be a surprise when you get a really tough problem.

The Interview Process for Software Engineers

Acing an interview starts well before the interview itself- years before, in fact. You need to get the right technical experience, apply to companies, and begin preparing to actually solve questions. The following timeline outlines what you should be thinking about when.

If you're starting late into this process, don't worry. Do as much "catching up" as you can, and then focus on preparation. Good luck!
Pict 1
Pict 2

Four Aspect if you're evaluated candidates :

  • Prior Experience
  • Culture Fit (or your personality, particularly with relation to the company) tend to matter more at smaller companies than at big companies. One way it might come up is if the company's culture is to let employees make decisions independently, and you need direction.
  • Coding Skills
  • Analytical Ability

Candidate will get rejected if :

  • People often perceive you as argumentative, or with any other nasty adjectives, keep an eye on this behavior in an interview. Even an otherwise superstar candidate may get rejected if people don't want to work with them
  • Spend some time preparing for questions about your resume. It's not the most important factor, but it matters. Even a little bit of time here can help you improve in major ways. It's a great "bang for you buck."
  • Focus mainly on coding and algorithm questions

Incorrect Answers


First, responses to interview questions shouldn't be thought of as "correct" or "incorrect." When I evaluate how someone performed in an interview, I never ask myself, how many questions did they get right? Rather, It's about how optimal your final solution was, how long it took you to get there, and how clean your code was. It's not a binary right vs wrong; there are a range of factors.

Second, your performance is evaluated in comparison to other candidates. For example, if you solve a question optimally in 15 minutes, and someone else solves an easier question in five minutes, did that person do better than you? Maybe, but maybe not. If you are asked really easy questions, then you might be expected to get optimal solutions really quickly. But if the questions are hard, then a number of mistakes are expected.

Dress Code


Bagaimana berbicara agar didengar oleh orang lain


Ini merupakan kebiasaan yang harus ditinggalkan karena dapat menjebak diri kita sendiri.
  1. Gossip : Menjelek-jelekan orang dibelakang merupakan kebiasaan yang baik. Seperti yang kita tahu, jika kita bergosip, akan banyak orang yang bergosip tentang kita juga.
  2. Menghakimi (Judging) : Ada tipe orang ini dalam setiap obrolan dan sulit untuk mendengarkan orang lain.
  3. Negatif (Negativity) : Kebiasaan yang mungkin dapat menjebak diri anda sendiri. Sulit untuk mendengar seseorang yang begitu negatif.
  4. Mengeluh (Complaining) : Selalu mengeluhkan tentang cuaca, olahraga, dll.
  5. Alasan (Excuses) : Orang tersebut suka melemparkan kesalahannya kepada siapa saja dan tidak dapat bertanggung jawab atas tindakan mereka.
  6. Melebih-lebihkan atau Menambah-nambahkan (Lying) : Seseorang yang suka melebih-lebihkan dapat menjadi kebohongan, dan kita tidak suka mendengarkan orang seperti ini.
  7. Dogmatism : Mencampurkan fakta dengan pendapat.

4 Landasan penting dimana kita harus berpegang teguh pada perkataan kita terdapat dalam kata HAIL (To greet or acclaim enthusiastically) :
  1. Honesty (Kejujuran) : Jujur dengan apa yang anda katakan, sekaligus lugas dan jelas.
  2. Authenticity (Ketulusan) : Menjadi diri sendiri atau berpegang pada kebenaran yang anda percaya.
  3. Integrity : Melakukan sesuai dengan apa yang anda katakan, dan menjadi seseorang yang bisa dipercaya.
  4. Love (Cinta) : Berdoa untuk kebaikan orang, dengan dua alasan.

Cara berbicara agar didengarkan orang lain :
  1. Register : ketahui dimana letak suara anda jika berbicara. Misalnya anda ingin berbicara dengan nada berat, anda harus turun menuju arah dada.
  2. Timbre (Warna suara) : Anda dapat melatih warna suara anda dengan nafas, postur, dan latihan.
  3. Prosody (Ritme bersajak) : Hal penting untuk mengartikan pembicaraan karena orang yang berbicara dengan nada yang sama akan sangat sulit untuk didengarkan karena akan menimbulkan kebosanan atau monoton.
  4. Pace (Kecepatan) : Apakah anda harus berbicara cepat atau bisa diperlambat dan memberi tekanan.
  5. Pitch (nada) : Terkadang jika kita berbicara dengan berbeda nada akan menimbulkan arti yang berbeda kepada orang lain.
  6. Volume : Dapat menggunakan volume tinggi untuk memberi semangat, atau suara yang pelan untuk menarik perhatian anda.

Cr : Julian Treasure