Tuesday, August 19, 2014

Kesalahan - Kesalahan Yang Tidak Disengaja Saat Anda Menggunakan Hp

HP (Handphone) sepertinya bukan barang mewah lagi seperti dulu, dan juga bukan barang yang ''mahal'' saat sekarang. Seiring berkembangnya zaman dan tingkat kebutuhan untuk berkomunikasi yang lebih cepat, hal ini mendorong pesatnya industri handphone seluler yang manakala sekarang bocahpun sudah ikut - ikutan punya HP 


Penggunaan hp ternyata memiliki andil besar dalam kerusakan yang dialami oleh hp, baik yang bersifat fisik pada hp ataupun software dan lain - lain pada Hp, selain karena jatuh, dll
Kerusakan juga bisa diakibatkan karena kesalahan - kesalahan yang kalian lakukan. Meskipun seriing dianggap sepele, hal ini mempunyai dampak yang besar dalam sumbangsihnya membuat hp tercinta kalian rusak

Apa aja sih kesalahan yang dianggap kecil yang dapat merusak kinerja hp?



1. Mencabut Baterai tanpa me-nonaktifkan HP


Jangan coba - coba gan mencabut baterai Hp pada saat saya masih menggunakan hp yang sedang menyala. Seandainya hp dalam keadaan menyala padahal sedang menjalankan program lalu batere dicabut, maka program akan terputus paksa dan bisa saja padaa saat dinyalakan kembali aplikasi itu tidak bisa run / digunakan lagi atau jika pada Hp android ada notice ''Tutup Paksa''. Pada saat kita mancabut baterai tanpa mematikan hp hal ini ibaratnya kalian langsung mencekik hp agar padam/mati dansecara tidak langsung mengganggu kinerja program yang kalian gunakan sebelumnya . Hp pada dasarnya sama dengan komputer yang jika akan dipadamkan
harus melalui proses shut down, bukan langsung cabut kabel/power. Komputer pun jika cara mematikannya dengan cara cabut kabel/power
jika sudah kebiasaan maka akhirnya hardiscnyalah yang tidak kuat atau mungkin juga komponen lainnya yang akhirnya akan kena. Biasanya pada komputer jika sering langsung dicabut baterai, komputer tidak bisa dinyalakan atau pada saat penggunaan tiba - tiba shut down sendiri.

Tips : Jika akan melepas batere pastikan hp sudah dipadamkan/off. Cara memadamkan hp dengan menekan tombol off. Tombol off ada yang terletak di bagian atas, ada juga yang di depan sebelah kanan. Hal ini tergantung merek dan tipe hp hp kalian. Jika dirasa susah, coba close semua aplikasi yang sebelumnya kalian gunakan di hp

2. Menekan tombol atau touch sembarangan

 Keder ga sih gan kalo tiba - tiba hp kalian ngeCall orang lain sampe habis pulsa? Atau tiba - tiba semua konten di hp kalian hilang? sms sendiri? Yup ini ngeBTin banget deh, apalagi kalau misalnya semua data konten itu penting, misalnya data kerjaan, sekolah, apalagi kalo saya nyimpen mentahan Tugas Akhir di HP, pasti nyesek . Ada jugga beberapa Kejadian lain yang bikin bt juga karena mungkin kita salah pencet tombol / salah touch misalnya:
a). hp tidak bisa mengirim sms mungkin karena settingan pada “no pusat layanan” sudah berubah dari yang baku. Jika benar cek no pusat layanan di bungkus bekas kartu perdana kalian  . Hal ini mungkin karena memang tidak tahu atau bisa juga karena unsur keteledoran saja (main tekan sembarangan).
b). hp kalian tidak bisa menerima panggilan bisa jadi karena settingan pada menu panggilan diatur secara tak sengaja” alihkan semua panggilan”.  Jadi setiap nomer yang nelfon ke kalian, maka akan dialihkan ke nomor lain.
c). Sinyal lemah pada hp selain faktor komponen PA yang memang sudah lemah, bisa jadi karena settingan pada “pilihan jaringan.” Misalnya pilih mode antara GSMM, WCDMA ATTU ANTARA KEDUANYA.
Usahakan pilih “manual”agar sinyal tetap stabil. d). Saat ada panggilan, tidak ada suara terdengar. Hal ini
bisa ditebak mungkin karena komponen headphone malfungsi, atau mikrophone pemanggil yang rusak, putus jalur pada board yang menuju headphone , atau settingan volume panggilan tak sengaja ditekan “mute”.
d). Nomor terblokir biasanya jika kode pengaman telepon diketikkan salah 3 kali berturut- turut.
Biasanya hal ini terjadi karena hp sering dipinjamkan orang lain. Bisa juga karena ditekan secara tak sengaja/iseng. Untuk membuka nomor terblokir, harus menelepon pusat layanan dan menanyakan no PUK. Caranya nanti Anda akan dituntun oleh operator.

Tips : Kalo kalian tidak dipakai hpnya sebaiknya dikunci tombolnya, atau telepon dikunci dengan pasword atau menggunakan lock screen yang hanya Anda sendiri yang tahu kodenya. Tapi kelihatannya kok egois ya? Tapi ini lebih baik 

3. Kembali ke menu awal lewat jalan pintas

Saat kalian melakukan pengaturan atau sekedar melihat-lihat menu/fitur hp melalui beberapa tahap dengan cara menekan-nekan tombol hp, maka jika kalian ingin kembali ke menu semula atau menu siaga/tampilan awal, sering terjadi langsung memencet tombol “end call” atau tombol ''home'' pada android (tombol bergambar gkaliang telepon berwarna merah).
Praktis memang, namun jika menjadi kebiasaan akan menimbulkan gangguan pada akhirnya. Hal ini disebabkan karena cara seperti itu akan menimbulkan tumpukan program yang masih ‘running’. Lama-lama program/software bisa error, hang atau macet parahnya lagi bisa bikin hp kalian ngelag atau malah matii tiba - tiba  . Langkah yang bijak adalah dengan menekan tombol ‘kembali’ atau
‘mundur ke halaman sebelumnya’ sampai beberapa kali hingga kembali ke menu siaga/ tampilan awal.

Tips : Gunakan selalu cara ‘kembali ke halaman sebelumnya’, meskipun agak lama dan kurang praktis namun cara kedua tersebut terbukti lebih aman bagi hp kalian. Kalo tidak instal app task killer jadi kita bisaa langsung menstop /kill aplikasi yang sedang running

4. Cara memegang HP yang salah

 Hal ini juga ga bisa dianggap sepele gan, ini juga bukan karena faktor hpnya kalian, mungkin saja salah dalam cara memegang, misalnya pada saat telfon microfon kalian tertutup, jadi suara tidak terdengar. Atau saat kalian mentouch menu kalian salah touch atau terlalu kencang touchnya bisa jadi hpnya jadi jebol LCDnya 

5. Memasukkan HP pada saku celana jeans yang ketat

Hp kalian rusak (retak, pecah atau not responding saat memencet dan menTouch menu) rusak pada bagian rangka/tulang dan casing? Ini ternyata akibat dimasukkan ke dalam saku celana jeans ketat. Logikanya, saat kita duduk sementara hp berada di saku celana maka hp akan terjepit dengan keras dan mungkin juga ikut tertekuk dan juga tidak sengaja memencet atau menTouch menu, maka kerusakan pada casing,rangka dan LCD tak dapat dihindari.Terutama pada saku bagian belakang/pantat. Lain halnya jika celana tidak ketat alias longgar/ gombrang kerusakan rangka dan casing dan screen jarang terjadi. Kalaupun rusak pasti karenayang lain, terjatuh atau terlempar pada saat digunakan, ''misalnya''.

6. Memori terlalu penuh

 Ternyataa pengaruh pada memori card / memori eksternal juga sangatlah berpengaruh, dimana jika memori hp kalian hampir full atau sisa 10% ini bisa mengganggu kinerja HP, seperti Lag, Blank atau bahkan aplikasi not responding saat penggunaan, ini wajib diperhatikan gan supaya hp kalian tidak mudah rusak 


Gaya Belajar yang Tepat untuk Anda

Kita sebagai manusia tak henti-hentinya belajar baik belajar secara formal (sekolah) maupun non formal (kehidupan dan lingkungan sekitar). Namun setiap orang memiliki kecepatan dan tingkat pemahaman berbeda untuk sebuah ilmu yang sama. Hal ini di alami oleh pelajar dan mahasiswa utamanya siswa-siswa tingkat dasar. Untuk memahami sesuatu, seseorang membutuhkan kemampuan yang benar-benar dikuasainya dan kadang kala menempuh berbagai cara untuk memahami materi atau sesuatu yang ingin dipelajarinya. Demi memudahkan itu semua tak ada salahnya mempelajari karakter belajar kita masing-masing. Ane ingin sharing ilmu yang pernah ane serap sewaktu uliah dulu, semoga bisa bermanfaat. Yuk langsung aja disimak penjelasanya... 

1. Visual


(belajar dengan cara melihat)
Lirikan keatas bila berbicara, berbicara dengan cepat. Bagi siswa yang bergaya belajar visual, yang memegang peranan penting adalah mata / penglihatan ( visual ), dalam hal ini metode pengajaran yang digunakan guru sebaiknya lebih banyak / dititikberatkan pada peragaan / media, ajak mereka ke obyek-obyek yang berkaitan dengan pelajaran tersebut, atau dengan cara menunjukkan alat peraganya langsung pada siswa atau menggambarkannya di papan tulis. Anak yang mempunyai gaya belajar visual harus melihat bahasa tubuh dan ekspresi muka gurunya untuk mengerti materi pelajaran. Mereka cenderung untuk duduk di depan agar dapat melihat dengan jelas. Mereka berpikir menggunakan gambar-gambar di otak mereka dan belajar lebih cepat dengan menggunakan tampilan-tampilan visual, seperti diagram, buku pelajaran bergambar, dan video. Di dalam kelas, anak visual lebih suka mencatat sampai detil-detilnya untuk mendapatkan informasi.

Ciri-ciri gaya belajar visual :
  •  Bicara agak cepat
  •  Mementingkan penampilan dalam berpakaian/presentasi
  •  Tidak mudah terganggu oleh keributan
  •  Mengingat yang dilihat, dari pada yang didengar
  •  Lebih suka membaca dari pada dibacakan
  •  Pembaca cepat dan tekun
  •  Seringkali mengetahui apa yang harus dikatakan, tapi tidak pandai memilih kata-kata
  •  Lebih suka melakukan demonstrasi dari pada pidato
  •  Lebih suka musik dari pada seni
  • Mempunyai masalah untuk mengingat instruksi verbal kecuali jika ditulis, dan seringkali minta bantuan orang untuk mengulanginya
  • kebutuhan melihat sesuatu (informasi/pelajaran) secara visual untuk mengetahuinya atau memahaminya
  • memiliki kepekaan yang kuat terhadap warna
  • memiliki pemahaman yang cukup terhadap masalah artistik
  • memiliki kesulitan dalam berdialog secara langsung
  • terlalu reaktif terhadap suara
  • sulit mengikuti anjuran secara lisan
  • seringkali salah menginterpretasikan kata atau ucapan


Strategi untuk mempermudah proses belajar anak visual :
  1. Gunakan materi visual seperti, gambar-gambar, diagram dan peta.
  2. Gunakan warna untuk menghilite hal-hal penting.
  3. Ajak anak untuk membaca buku-buku berilustrasi.
  4. Gunakan multi-media (contohnya: komputer dan video).
  5. Ajak anak untuk mencoba mengilustrasikan ide-idenya ke dalam gambar.


2. Auditory

(belajar dengan cara mendengar)
Lirikan kekiri/kekanan mendatar bila berbicara, berbicara sedang-sedang saja. Siswa yang bertipe auditori mengandalkan kesuksesan belajarnya melalui telinga ( alat pendengarannya ), untuk itu maka guru sebaiknya harus memperhatikan siswanya hingga ke alat pendengarannya. Anak yang mempunyai gaya belajar auditori dapat belajar lebih cepat dengan menggunakan diskusi verbal dan mendengarkan apa yang guru katakan. Anak auditori dapat mencerna makna yang disampaikan melalui tone suara, pitch (tinggi rendahnya), kecepatan berbicara dan hal-hal auditori lainnya. Informasi tertulis terkadang mempunyai makna yang minim bagi anak auditori mendengarkannya. Anak-anak seperi ini biasanya dapat menghafal lebih cepat dengan membaca teks dengan keras dan mendengarkan kaset.

Ciri-ciri gaya belajar auditori :
  • Saat bekerja suka bicara kepada diri sendiri
  • Penampilan rapi
  • Mudah terganggu oleh keributan
  • Belajar dengan mendengarkan dan mengingat apa yang didiskusikan dari pada yang dilihat
  • Senang membaca dengan keras dan mendengarkan
  • Menggerakkan bibir mereka dan mengucapkan tulisan di buku ketika membaca
  • Biasanya ia pembicara yang fasih
  • Lebih pandai mengeja dengan keras daripada menuliskannya
  • Lebih suka gurauan lisan daripada membaca komik
  • Mempunyai masalah dengan pekerjaan-pekerjaan yang melibatkan Visual
  • Berbicara dalam irama yang terpola
  • Dapat mengulangi kembali dan menirukan nada, berirama dan warna suara
  • semua informasi hanya bisa diserap melalui pendengaran

Strategi untuk mempermudah proses belajar anak auditori :
  1. Ajak anak untuk ikut berpartisipasi dalam diskusi baik di dalam kelas maupun di dalam keluarga.
  2. Dorong anak untuk membaca materi pelajaran dengan keras.
  3. Gunakan musik untuk mengajarkan anak.
  4. Diskusikan ide dengan anak secara verbal.
  5. Biarkan anak merekam materi pelajarannya ke dalam kaset dan dorong dia untuk mendengarkannya sebelum tidur.


3. Tactual

(belajar dengan cara bergerak, bekerja dan menyentuh)
Lirikan kebawah bila berbicara, berbicara lebih lambat. Anak yang mempunyai gaya belajar kinestetik belajar melalui bergerak, menyentuh, dan melakukan. Anak seperti ini sulit untuk duduk diam berjam-jam karena keinginan mereka untuk beraktifitas dan eksplorasi sangatlah kuat. Siswa yang bergaya belajar ini belajarnya melalui gerak dan sentuhan.

Ciri-ciri gaya belajar kinestetik :
  • Berbicara perlahan
  • Penampilan rapi
  • Tidak terlalu mudah terganggu dengan situasi keributan
  • Belajar melalui memanipulasi dan praktek
  • Menghafal dengan cara berjalan dan melihat
  • Menggunakan jari sebagai petunjuk ketika membaca
  • Merasa kesulitan untuk menulis tetapi hebat dalam bercerita
  • Menyukai buku-buku dan mereka mencerminkan aksi dengan gerakan tubuh saat membaca
  • Menyukai permainan yang menyibukkan
  • Tidak dapat mengingat geografi, kecuali jika mereka memang pernah berada di tempat itu
  • Menyentuh orang untuk mendapatkan perhatian mereka Menggunakan kata-kata yang mengandung aksi
  • hanya dengan memegang kita bisa menyerap informasinya tanpa harus membaca penjelasannya
  • termasuk orang yang tidak bisa/tahan duduk terlalu lama untuk mendengarkan pelajaran


Strategi untuk mempermudah proses belajar anak kinestetik:
  1. Jangan paksakan anak untuk belajar sampai berjam-jam.
  2. Ajak anak untuk belajar sambil mengeksplorasi lingkungannya (contohnya: ajak dia baca sambil bersepeda, gunakan obyek sesungguhnya untuk belajar konsep baru).
  3. Izinkan anak untuk mengunyah permen karet pada saat belajar.
  4. Gunakan warna terang untuk menghilite hal-hal penting dalam bacaan.
  5. Izinkan anak untuk belajar sambil mendengarkan musik.


Kesimpulan :
seseorang dengan kemampuan visual dan auditory bukan berarti tidak belajar dari indera lainya, hanya saja mereka lebih cepat merespon informasi berdasarkan pengelihatan dan pendengaran. mereka cenderung lebih cepat belajar dari pada teman-temannya. Beberapa orang yang bergaya kinestetik memang tidak harus belajar menggunakan semua inderanya untuk memahami sesuatu. Mungkin cukup menggunakan dua atau lebih inderanya sudah cukup untuk memahami sesuatu. Mereka cenderung membutuhkan waktu yang agak lama karena terkadang tidak ada media yang membantu mereka untuk memahami informasi. Namun bukan berarti mereka semua lambat lho, itu semua karena kondisi sekitaryang kurang menguntungkan bagi cara belajarnya. Tujuan dari thread ini adalah pengen sharing aja. Dengan memahami karakter belajar masing-masing nantinya akan mempermudah setiap individu menggunakan kemampuanya yang menonjol.